Yuk rencanakan Kesuksesan! ^-^


“Sukses itu biasanya mepet. Karena itu manfaatkan peluang!” (Gugun Gumilar) ^^

Bismillahirrahmainrrahim..

Mari selalu kita mulai segalanya dengan basmalah, dan segalanya akan menjadi berkah: aktivitas kita, masalah kita, rezeki kita, pe-er2 dan tugas2 kita, dan juga masa depan kita,  insyaAllah🙂

Sambil diiringi alunan liriknya SEAMO-Mother, ditemani cemilan emping manis khas Serang-Banten, dan semilir angin dari kipas angin disamping saya, kali ini saya mau cuap-cuap lagi sama teman pembaca semua (semoga gak bosen ya dengar cuap-cuap saya, karena kali ini insyaAllah sangat sangat bermanfaat hehe)

Tulisan ini saya buat sekedar untuk berbagi dengan teman-teman pembaca semua, karena berhubung baru aja siang tadi saya mengikuti sebuah acara berjudul “seminar pelatihan life plan” yang diadakan oleh Universitas Indonesia Achievement Community (UIAC) yang menghadirkan seorang pembicara yang We-O-We banget yaitu kang Gugun Gumilar, Duta muda MDGs DPD RI 2010, Duta Antar Budaya PBB 2011 di Rusia, dan telah menjelajah ke 20 negara pada masa dia kuliah. Mantapks dah pokok’e. Gak nyesel saya bolos kuliah 2 sks demi ikut acara ini🙂

Mungkin sebetulnya teman-teman pembaca sudah pernah atau bahkan sering mengikuti pelatihan macem begini, tapi tidak ada salahnya mampir kemari dan membaca tulisan ini, itung-itung mengingatkan kembali🙂 dan bagi teman-teman yang belum pernah ikut sama sekali, semoga tulisan ini bisa memberikan banyak manfaat untuk teman semuaa😀

Acara ini diawali dengan penyampaian presentasi dari kang Gugun. Beliau membawakan materi tentang “SUKSES”, yak, sukses!

Apa sih sukses itu? kita semua PASTI memiliki definisi yang  berbeda-beda untuk kata ini, meskipun sebetulnya mindset kita tentang kata “sukses” itu saya yakin pasti sama. Ada yang bilang sukses itu “terwujudnya apa yang sudah kita cita-citakan”, atau ada juga orang yang over visioner bilang “sukses itu bahagia di dunia dan akhirat” (memang betul sih), tapi ada juga orang yang dengan sangat sederhana mendefinisikan sukses sebagai “ketika kita mensyukuri apa yang kita miliki, apa yang Allah berikan, dan apa yang sedang terjadi saat ini”, itu juga betul (mungkin). Tetapi pada intinya, dalam mindset kita kata “sukses” itu mengandung arti “berhasil” (yakan yakan?? yang setuju ayo acungkan tangan, yang gak setuju ke hutan aja sanah! hehe :p)

Lalu sebetulnya and sebenernya, yang betul and yang bener itu apa sih? sukses itu apa? kang Gugun menjawabnya dengan sebuah rumus yang disebut rumus sukses (*asiiik*), mau tau apa rumusnya? mari ikuti paragraf selanjutnya…

(….ini sambungan paragraf sebelumnya) *yaeyalah, nenek2 salto juga tau ini lanjutan paragraf*, *intermezo dikit ya teman2 hihi*. Jadi, rumus sukses berdasarkan definisi dari saudara Gugun Gumilar adalah:

Sukses sejati = berfungsinya motivasi (m), dia *ups maaf salah* doa (d), usaha/ikhtiar (u/i) dan tawakkal (t) dalam hakikat hidup manusia yang sesungguhnya.

Jadi, ada berapa komponen? betul sekali, ada 4 komponen dalam meraih sukses, silakan diingat baik2 ya teman2, trus setelah diinget, wajib diamalkan okay?😀

Sukses sejati itu bisa diraih, yakin deh, bisa, jikalau dalam hidup kita selalu ada motivasi. Baik disaat semangat ataupun lagi labil (eh) atau disaat lagi sedih, susah, motivasi itu tidak boleh padam. Tentunya motivasi disini adalah motivasi menjadi seorang yang sukses, motivasi untuk menjalani hidup yang lebih baik. Memang sulit sih untuk istiqomah menghidupkan selalu motivasi dalam diri, tapi coba ubah dari sekarang mindset kita, kalo kita pikir sulit ya pasti jadi sulit, makanyamari tanamkan mindset bahwa menghidupkan motivasi itu mudah, semudah menghidupkan lilin. Karena, ibarat lilin ditengah ruangan gelap, jika ia mati maka gelaplah seluruh sudut ruangan dan kita buta, tidak dapat melakukan apa-apa kecuali tidur. Begitu juga motivasi, jika ia redup atau bahkan hilang maka apa yang terjadi? teman-teman bisa menjawab sendiri lah, tapi jangan sampe jawab bunuh diri ya, dosa tauk! hiiiy..

Setelah motivasi, komponen selanjutnya adalah do’a. Semoga teman-teman pembaca disini gak ada yang atheis ya, pasti pada punya agama kan? Nah, dulu waktu duduk di bangku SD pasti pernah kan diajarin do’a? do’a apapun.. Terutama bagi yang muslim, dan pernah sekolah di madrasah ibtidaiyah, pasti udah khatam tuh do’a sehari-hari.. Jangan sepelekan do’a ya teman-teman. Karena percayaa gak percaya, do’a itu bisa merubah nasib kita lho (kecuali kalo udah takdir seperti mati dan jodoh), dan percaya harus percaya, gak boleh gak percaya, Allah itu mendengar do’a kita, jika kita berdo’a dengan hati yang bersih, niat yang tulus apapun yang akan terjadi, dengan penuh rasa roja’ (pengharapan) kepada Allah subhanahu wa ta’ala,  insyaAllah apa yang kita minta itu dikabulkan, dengan syarat, kita tidak melakukan maksiat (atau kalo udah terlanjur, mohon ampun dulu kepada Allah), juga dengan syarat, kita tidak berdo’a hanya disaat kita susah aja. Dan jangan lupa juga sering-sering minta dido’akan sama ortu, terutama sama ibumu, ibumu, dan ibumu. Karena do’a seorang ibu itu tidak ada hijab, langsung didengar oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Komponen ketiga ini the most urgent: ikhtiar atau usaha. Istilahnya, ACTION! percuma udah punya motivasi setinggi langit dan do’a sampe mulut berbusa, kalau gak ada action, ga ada usaha. Ingat, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu merubah dengan tangannya (potongan ayat..). Kadang ayat ini disalahartikan juga sih, misalnya ada yang pada akhirnya beranggapan: jadi, gak usah dong kita berdo’a, ngapain, tinggal banting tulang aja siang malem, kita berusaha dengan tangan kita. Sobat sekalian semoga bukan termasuk orang yang seperti ini ya.. Ingat, ada tangan Allah diatas tangan-tangan kita. Walaupun sudah berusaha maksimal, kalau Allah bilang tidak yang tidak akan sukses. Artinya, kita gak boleh sombong, tetap harus memohon kepada Allah agar diberikan yang terbaik.. Kalo hasilnya gagal, maka itu juga adalah yang terbaik. Ini udah masuk ke bab berikutnya, tawakkal.

Jadi pada intinya untuk tawakkal, ingat, kita ada di dunia ini karena ada yang menciptakan, ada yang mengatur, dan pastinya, ibarat orang menciptakan robot, pasti orang itu akan memperlakukan robot buatannya dengan sebaik mungkin. Begitu pula Sang pencipta kita, pencipta alam raya ini, tentu Allah menetapkan segala sesuatu untuk kita dengan ketetapan yang terbaik, walaupun ketetapannya diluar ekspektasi kita. Dan kita tidak akan bisa terlepas dari “aturan main” ini, karena kita memang hanya makhluk ciptaan, bukan siapa-siapa. Tetapi, ingat juga bahasan tentang ikhtiar diatas, Allah tidak akan merubah nasib, kalo kita gak usaha. Jadi antara ikhtiar dan tawakkal ini saling mempengaruhi. Kita tidak pernah tahu seberapa besar kadar ikhitar kita. Bisa jadi, kita menganggap usaha kita sudah maksimal, sangat sangat maksimal, tetapi dimata Allah, belum tentu, bisa jadi dimata Allah usaha kita ini belum seberapa, jika dibandingkan usaha si-X yang juga memiliki keinginan yang sama dengan kita, sehingga Allah tidak mewujudkan apa yang kita inginkan. Namun bisa juga, kita merasa belum melakukan usaha dengan maksimal, belum all out, rasanya masih sangat jauh dari sempurna, hopeless banget deh pokoknya, tetapi, ternyata dimata Allah itu adalah ikhtiar terbaik, jika dibandingkan dengan si-X si-X yang lain yang juga memiliki keinginan yang sama dengan kita, maka, insyaAllah, Allah mewujudkan apa yang kita inginkan. Jadi pada intinya, serahkan saja semuanya pada Allah, jika kurang biarlah Allah yang menyempurnakan, jika sempurna (tetapi tidak ada yang sempurna di dunia ini), biarlah Allah memutuskan..

Untuk meraih sukses sejati tersebut, setidaknya ada 4 kecerdasan yang harus kita miliki, makanya jangan kemana-mana, tetap ikuti yang satu ini sampai akhir paragraf, hehehe

Yang pertama adalah kecerdasan spiritual atau bahasa daerahnya Spiritual Quotient (SQ). Ini adalah kecerdasan terpenting yang harus kita miliki. Orang sukses adalah orang yang mampu selalu menjaga kedekatannya dengan Sang Maha Kuasa disaat apapun, sehingga ia selalu merasa tentram jiwanya, tenang hatinya, dan ujungnya adalah bahagia. Dan yang perlu diingat adalah, kesuksesan abadi bukanlah yang kita rasakan atau kita dapatkan di dunia ini, tetapi sukses dimasa depan, di akhirat nanti. Karena itu, sesulit apapun kondisi hidup kita saat ini atau selamanya di dunia, jika kita memiliki kecerdasan ini, insyaAllah, kita adalah termasuk orang-orang yang sukses kelak di akhirat. Kesuksesan dunia hendaknya kita jadikan sebagai sarana, sarana untuk menjadikan kita sukses di akhirat. Dalam kehidupan sehari-hari pun sudah sering kita lihat, betapa banyak orang yang sukses hidupnya, dan ia adalah seorang yang dekat dengan Tuhan.

Kecerdasan kedua adalah kecerdasan emosi, bahasa gaulnya, Emotional Quotient (EQ). Ini yang sering ikut training ESQ pasti udah kenyang banget sama dua istilah yang disebutkan tadi (EQ dan SQ) :p. Penting loh ini. Orang sukses itu, bisa mengelola emosinya, gak labil, gak naik turun semangatnya, stay cool and calm down (hehe) hingga berujung ke sifat yang bisa kita lihat dari luar: bijaksana. (ngomong emang gampang ya..praktiknya itu loh, minta ampun beratnya, astagfirulloh, gak boleh begitu ah). Pada intinya ini adalah kecerdasan interpersonal, keceradasan dalam bergaul dengan sesama manusia atau istilah cakepnya, hablumminannaas (kalo tadi SQ = hablumminallaah ^^). Orang yang cerdas emosi akan mudah diterima siapapun, ia akan mudah berkomunikasi dengan orang lain, mudah mendapatkan link. Tentu kita paham, bagaimana link yang kita miliki itu terkadang, bahkan seringkali, menjadi penyelamat kita, karena begitu terasa manfaatnya bagi kita dalam meraih apa yang ingin kita raih.

Kecerdasan ketiga, apa hayoo? tebak! kalo bener dapet tandatangan saya gede-gede satu halaman A3 full (haahhaha *piss*). Nah ini nih kecerdasan yang bikin orang disebut pinter, kecerdasan intelektual atau intellectual quotient (IQ). Tidak bisa dipungkiri, orang sukses rata-rata IQ-nya memang diatas rata-rata. Tapi gak usah minder gitu, banyak juga kok orang IQ-nya biasa aja tajirnya minta ampun. Sebenernya yang terpenting itu dua kecerdasan tadi. Kecerdasan intelektual ini hanya sebagai pendukung aja. Pendukung untuk kita berpikir lebih kreatif dari kebanyakan orang, pendukung kita lebih cepat berfikir dan mengambil tindakan, pendukung kita lebih pinter mengatasi suatu masalah… dukungan-dukungan ini bisa jadi “mempercepat proses” meraih sukses.

Kecerdasan yang terakhir, adalah kecerdasan menghadapi masalah dan tantangan, orang psikologi biasanya menyebutnya dengan istilah adversity quotient (AQ). Ya! cerdas dalam menghadapi masalah dan tantangan yang datang menghadang (*lebay*) adalah salah satu kunci keberhasilan. Untuk membangun kecerdasan ini, saran kang Gugun, kita perlu banyak belajar, perlu banyak baca buku, perlu banyak mengambil pelajaran dari kisah-kisah keberhasilan seseorang melawan kesulitan. Ini adalah kecerdasan intrapersonal. Bagaimana kita melatih diri kita terbiasa menghadapi masalah dan tantangan, sehingga kita tidak gampang stress.

Dari 4 kecerdasan tadi dapat dirangkum beberapa kiat sukses meraih sukses yaitu:

kiat 1: Passion, emotion intelligence. Mari temukan passion kita dimana dan kembangkan

kiat 2: Intellectual intelligence. Mari kita tingkatkan kemampuan intelektual kita. Yang membedakan adalah proses belajar kita. Mari kita beralih dari proses belajar kita saat ini, menuju proses belajar yang lebih baik.

kiat 3: Great communication skill (interpersonal skill).

kiat 4: Physical intelligence –> fisik yang sehat dan bugar, selalu terlihat bersemangat tidak lesu tidak lemah.

kiat 5: Humble –> Membiasakan diri ramah pada siapapun

kiat 6: Spiritual intelligence –> Salih, dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

kiat 7: Creative thinking –> Berpikir out of the box. Buka pintu untuk ide liar yang ingin masuk.

kiat 8: Family support –> Selalu minta dukungan dari keluarga dan menjaga hubungan dengan keluarga, karena bagaimanapun, kita berasal dari keluarga.

Sebagai penutup, kang Gugun membawakan sebuah kisah tentang 4 lilin. Begini ceritanya…

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s