beautiful and healthy?


9GEYoHQ5eR_antarajpg

Saya teringat percakapan dengan seorang teman, cewek, beberapa pekan yang lalu. mmm, sebulan yang lalu lebih tepatnya. Percakapan ini berlangsung ketika kami sama-sama menghadiri sebuah undangan walimahan seorang senior..

*tenang, gak bakal ngomong galau kok! hehe*

Memang wajar bagi seorang wanita, ketika menghadiri acara-acara yang tidak biasanya, berpenampilan dan berdandan dengan tidak biasa. Berhias. Make-up-an. Bahkan hampir sebagian besar wanita sepakat, make-up itu penting banget banget banget, bukan hanya digunakan pada saat tertentu saja, tetapi hari-hari biasa pun, kemanapun, WAJIB make-up dulu. Gak usah tebe-tebel, cukup alas bedak dan bedak padat aja. Atau biar lebih pede pake juga eyeliner dan sedikit lipstick atau lipgloss. Nah kalo untuk event-event tertentu, harus lebih cantik dari biasanya: pake eyeshadow atau blush on dikit.

Termasuk acara pernikahan.

Dan itulah yang terjadi di TeKaPe tempat walimah itu berlangsung. Hampir semua wanita yang hadir kesitu bergaya “normal” seperti apa yang saya bilang barusan diatas. Kecuali… SAYA

*terus saya abnormal gitu maksudnya?* -____-

Karena itulah percakapan itu terjadi!

Seorang teman terheran-heran melihat saya hadir tanpa sesuatu apapun menempel di wajah. “kayak mau ke ‘lingkaran’ aja” katanya.

*yeah, biasanya kalo pergi liqo itu penampilan apa adanya banget, karna yaelah mau liqo bentar doang, duduk doang, ngapain dandan?*

tau apa yang saya rasakan?   —->  #JLEB!

GUE UDAH SUSAH PAYAH BERUSAHA RAPI HARI INI, TRUS LO BILANG KAYAK BEGITU??? what the….

oke. percakapan dimulai!

bukan percakapan. “tausiyah” mungkin lebih tepatnya. dan saya adalah “objek” tausiyah itu.

“aku ga biasa pake make-up. gak enak aja. gak nyaman ada sesuatu yang nempel di wajah.” saya bilang begitu, DENGAN POLOSNYA.

saya jawab begitu ketika temen saya itu nanya, “mau make-up-an gak? nih aku bawa bedak, eye-liner, lipstick”

sebetulnya bukan itu alasan utama saya gak mau pake make up. Sebuah alasan yang… mungkin hanya dapat dipahami oleh orang yang sedikit banyak mengerti tentang bahan kimia *hehe*. Alasan kedua, karena *gak bermaksud belagu atau apapun* saya memiliki warna kulit yang tidak gelap, tapi juga tidak pucat. Jadi, ngapain pake bedak, blush on, dan kawan-kawannya?

“yah, biarpun punya kulit mulus, tetep harus coba dibiasain loh. seenggaknya alas bedak+bedak. Kan tiap hari kita terpapar sinar matahari dan debu. Nah 2 benda itu berfungsi banget ngelindungin kulit wajah kita dari kontak langsung dengan sinar matahari dan debu. Biar gak muncul bintik-bintik hitam akibat sinar matahari. Biar gak gampang berminyak juga. Efek jangka panjangnya, terlindungi dari resiko kanker kulit.”

dan “tausiyah” itupun meluncur dari mulut teman saya itu.

kalo tadi #JLEB maka sekarang #JLEB se-#JLEB #JLEB nya!

Oke. I got the point.

Anybody approves that statement? or against instead?

Teman saya seakan sedang “menyadarkan” saya akan sesuatu yang saya keliru banget dengan itu!

But. Helloooou, I’m a BACHELOR STUDENT OF CHEMISTRY. I do love chemistry so much and, it means that I KNEW ENOUGH ABOUT WHAT ARE THE CHEMICAL TOXINS IN THE COSMETICS LIKE BE.

So! Let me tell you a little about that!

*tapi tentu saja saya gak bilang sebegitunya ke temen saya tadi*

saya bilang, “mmm, jadi menurut kamu make-up punya dobel manfaat? selain bikin wajah kelihatan cantik juga bisa bikin sehat?”

“iya. betul. dobel manfaat :)”

*gubrak! ini kekeliruan yang amat sangat gawat… tapi sayangnya kalo saya jelasin ke dia juga kayaknya gak bakal paham.*

“kalo aja kamu tau bahayanya bahan kimia di kosmetik… yakin deh sampe abis umur juga kamu gak bakal mau pake itu kecuali kalo bener-bener sangat terdesak kayak si mbak pengantin itu, atau karna wisuda.”

lagi, dengan POLOS saya bilang begitu.

karena waktu itu kondisinya lagi buru-buru dan ramai (banyak orang2 yg ngajak ngobrol basa-basi) jadinya percakapan itu kami tutup dengan:

“jadi kamu gamau pake? yaudah. kamu tetep keliatan berkemilau kok hehe.” kata temen saya itu.

Nah! saya rasa penting untuk saya share di blog ini tentang kekeliruan yang terjadi dalam percakapan diatas. Benarkah kosmetik punya dobel manfaat? Benarkah kosmetik bisa melindungi kita dari sinar UV dan debu? yakin? trus jika demikian, kenapa ada makhluk yang diberi nama “sunblock” dan “sunscreen”?

Tapi tentu gak sekarang saya sharenya. hehe.

Soalnya ini perlu data dan acuan ilmiah buat ngejelasinnya. Jadi, tunggu aja 2 atau 3 jam lagi tulisan tentang Kosmetik vs Sunblock bakal muncul di menu “Chemistry is Charming”. InsyaAllah🙂

sumber gambar:

http://www.berita99.com

Satu pemikiran pada “beautiful and healthy?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s