Foundation


9GEYoHQ5eR_antarajpg

Seperti janji saya, ini lanjutan tulisan berjudul beautiful and healthy? yang ada di cuap-cuap-cuap. Tapi saya gak tepat janji karna baru nge-post ini sehari kemudian, niatnya sih 2-3 jam kemudian setelah beautiful and healthy?, tapi ternyata… menyempatkan diri menulis ditengah kesibukan aktivitas memang agak sulit *alibi* hehe. So please forgive me…

Jadi, mari kita berkenalan dengan KOSMETIK dan TABIR SURYA.

Saya akan bahas mengenai kosmetik yang paling sering ada di tas nya kaum hawa yaitu Foundation, Bedak, Lipstick / lipgloss, eyeliner, dan mungkin pelembab. Bukan bahas tips being beautiful with these stuffs tentunya, tapi bahas tentang toksikologi bahan kimia yang ada di barang2 itu dan juga, tentang kekeliruan persepsi teman saya seperti yang saya bilang di beautiful and healthy?. Saya juga akan bahas mengenai tabir surya atau sun protection atau yang biasa kita kenal dengan Sunblock / Sunscreen.

Kalo dihitung, mungkin blog-blog yang membahas bahaya kimia pada kosmetik udah bejibun jumlahnya. Tapi rasanya yang dibahas sama semua, gak terlalu ngomongin tentang bahan kimianya, cuma sebatas tau bahan kimianya apa trus bahayanya apa. Soal kenapa sih bahan kimianya itu bisa se-bahaya itu rasanya belum ada blog yang bahas kesitu.

Tapi dikarenakan jadwal saya juga lumayan padat *gaya*, pada kesempatan kali ini saya mau jelasin salah satunya dulu yaitu Fondation.🙂

1. Foundation atau alas bedak.

Foundation mengandung 24 bahan kimia. Sebelumnya mari samakan persepsi bahwa bahan kimia tidak identik dengan bahaya, meskipun memang memberikan efek dalam dosis sekecil apapun.

Dari ke-24 bahan kimia dalam foundation, yang memiliki resiko bahaya sebagai zat toksik adalah polymethyl methacrylate (PMMA) atau yang lebih dikenal sebagai acrylic. Jika dilihat dari MSDS (Material Safety data Sheet) nya, senyawa ini bisa menimbulkan efek luka bakar yang relatif low risk terhadap jalur paparan dermal (kulit) dan tidak karsinogen. Tetapi jika terlalu sering kontak, efek luka bakar ringan yang ditimbulkan lama kelamaan bisa merusak kulit karena senyawa ini tergolong flammable liquid.

Pertanyaannya, kenapa PMMA digunakan dalam kosmetik? bukankah akrilik adalah polymer plastik yang biasa dimanfaatkan dalam optical fibre? atau juga digunakan dalam pembuatan gigi palsu dalam bidang kedokteran gigi? Berdasarkan studi pustaka, PMMA digunakan karena senyawa tersebut bisa membentuk lapisan tipis yang mudah mengeras antara kulit wajah dengan kosmetik yang akan digunakan, sehingga melindungi kulit wajah dari kontak langsung dengan kosmetik, disamping perannya juga sebagai emulsifier solvent yang lebih hidrofob dalam proses pembuatan Foundation. Selain itu, senyawa ini juga jika bereaksi dengan senyawa lain pada kosmetik (bedak misalnya) bisa menimbulkan efek pelekatan jaringan sehingga bedak bisa menempel dengan baik pada fondation. Dalam kimia, ini bisa terjadi jika kedua senyawa memiliki sifat yang sama: sama-sama hidrofobik atau sama-sama hidrofilik.

Padahal, lapisan tipis yang ditimbulkan tersebut dapat menghambat interaksi kulit dengan Oksigen di lingkungan… Kulit kita melakukan semacam respirasi. Oksigen berperan dalam proses peremajaan sel-sel kulit yang sudah mati sehingga kulit tetap segar. Oksigen tersebut berasal dari oksigen dalam darah serta oksigen di lingkungan yang menyentuh permukaan kulit.

Dibawah ini adalah gambar struktur kimia PMMA:

PMMA

Sebagai gambaran mengenai dampak yang ditimbulkan akibat terpapar PMMA, dapat dilihat dalam jurnal Complications after polymethylmethacrylate injections. Yah, ini worst case nya sih. Ini kalo PMMA nya diinjeksi ke tubuh. Kalo cuma dipoles dikulit apalagi di bagian epidermis, gak se-komplikasi itu juga. Karena, untuk bisa menembus lapisan dermis dan hipodermis kemudian ke jaringan adiposa kulit, suatu partikel harus memenuhi syarat ukuran tertentu misalnya mikroemulsi atau nanoemulsi. Nah, si PMMA ini kan kalo diliat dari strukturnya, dia hidrofobik, berarti jalur paparannya lewat jaringan lemak atau adiposa. Sementara, ya itu tadi, ukuran partikel PMMA pada foundation ini memungkinkan gak untuk bisa menembus jaringan dermis kemudian masuk ke jaringan adiposa? wallahu a’lam.

TO BE CONTINUED….

Referensi:

http://www.berita99.com

http://www.polymerprocessing.com

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18454007

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/1551203/polymethyl-methacrylate-PMMA

http://journal.unair.ac.id/filerPDF/DENTJ-38-1-06.pdf

http://terpconnect.umd.edu/~choi/MSDS/Sigma-Aldrich/POLY(METHYL%20METHACRYLATE).pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s