Under dan Over-Estimasi


topeng-couple

Bismillah.

Tulisan ini saya repost dari status panjang seorang teman di fesbuk yang muncul di homepage fb saya, tanpa mengubah menambah ataupun mengurangi isi maupun judulnya. Menyentil, tapi sesuai realita… Begitu banyak manusia yang ‘narsis’ dengan kebaikan-kebaikan yang diperbuatnya, yang sebetulnya, kebaikan itu datang atas se-izin Allah swt. Misalnya saja, ketua yang narsis dengan keberhasilan lembaga yang dipimpinnya. Atau staf yang narsis dengan kontribusinya. Atau seorang da’i yang narsis dengan hasil (baca: keberhasilan semu) dakwahnya…. semoga Allah swt menjauhkan kita dari sifat-sifat demikian, dan menjadikan kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang ikhlas lillahi ta’ala, aamiiin.

Selamat menikmati!🙂

Terkadang manusia butuh ‘Topeng’, bahkan tanpa sadar ia pun sudah memakainya di keseharian. Logikanya, untuk apa mengumbar aib pribadi yang sudah disembunyikan rapat2 oleh Allah? Ibaratnya, keburukan sebesar gunung disembunyikan, kebaikan sebesar upil dipublikasikan.

Si manusia bertopeng tentu berharap, andaikan kebaikan se-upil ini bisa mengikis gunungan keburukan yang ia sembunyikan. Menempel di orang-orang sekitar, serta memancing kebaikan yang lebih besar lagi dari upil. Setidaknya mengurangi waktunya untuk menambah tumpukan keburukan, walaupun sebesar upil. Sekecil apapun.

Baik, lupakan bagian upil..

Tapi terkadang manusia juga butuh melepas ‘Topeng’-nya. Karena sungguh, over-estimasi dari orang2 terdekat itu sangat-lah menyakitkan hati. Kita seringkali terjebak dengan Ekspektasi tinggi orang lain terhadap diri kita. Dianggap bisa, padahal tidak bisa. Dianggap sholeh ‘to the Max’, padahal sholeh ‘abal’.. Celakanya, kita bangga. Disinilah para manusia bertopeng belajar, bahwa kekecewaan selalu muncul dari pertentangan antara harapan dan realita.

Untuk para manusia bertopeng, ini Surat Cinta dari shahabat Umar bin Khattab ra.,
” Hisablah dirimu sebelum diri kamu sendiri dihisab, dan timbanglah amal perbuatanmu sebelum perbuatanmu ditimbang. ”

..dan ini Doa Cinta yang diajarkan shahabat Abu Bakar ra.,
” Ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka
dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tahu… ”

atau Doa Cinta seorang tabi’in yang mulia:
” Ya Allah jadikan aku,
dalam pandanganku sendiri sebagai seburuk-buruk makhluk ;
dalam pandangan manusia sebagai yg tengah-tengah ;
dan dalam pandanganMu sebagai yg paling mulia. ”

Gunakanlah topengmu dengan bijak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s