Choice


flower-rainbow-water-drops-colors-485x728

Begitu banyak pilihan dalam hidup ini. Sayangnya, kita gak pernah tahu mana pilihan yang tepat kalo kita gak milih. Inginnya sih, milih yang pasti-pasti aja. Tapi seringkali kepastian itu juga gak bisa ditaksir. Atau bisa jadi juga, kepastian itu ada di pilihan yang gak ingin kita pilih, sementara pilihan yang ingin kita pilih, gak menunjukkan tanda-tanda kepastian. Pada akhirnya kita kayak main lotre. Mana yang datang duluan, mana yang memberikan lebih besar peluang, mana yang pertengahan antara pilihan dan kepastian, itu yang kita pilih. Bingung kan? sama, saya juga bingung -,-

Untuk meyakinkan pilihan itu, beberapa orang memanfaatkan fasilitas dari Allah berupa shalat istikharah. Tapi shalat istikharah kan ujung dari usaha kita memilah dan memilih, sebelum akhirnya kita putuskan. Jadi, kalo pilihannya banyak, ya tetep, harus mengerucutkan pilihan itu dulu, baru kemudian istikharah. Persoalannya adalah, mengerucutkan pilihan itu juga gak mudah. Apalagi kalo kita tipe orang yang agak-agak idealis, perfeksionis, punya selera tinggi, atau emang punya standar tertentu untuk suatu pilihan walaupun standarnya itu biasa aja. Atau bisa juga bukan soal idealis dan perfeksionis, tapi kita tergolong orang yg sangat visioner, jadi ketika memilih sesuatu terlalu mempertimbangkan efek kedepan seperti apa, apa keuntungan dan kerugiannya, apa imbas dari pilihan yang kita pilih. Yaa gak salah sih punya karakter begitu, justru bagus, jadi gak asal-asalan.

Rupanya perlu sikap tawazun juga untuk urusan pilih-pilih ini.Tawazun antara pake perasaan dan pake logika. Tawazun antara idealisme dan realita. Kalo saya, seringkali pada akhirnya menentukan pilihan cukup pake logika aja, perasaan di-nomordua-kan. Dan ternyata memang cukup efektif. Di awalnya kadang ada rasa penyesalan, tapi itu gak akan lama kok, karna setelah itu tiba2 mata kita melihat ada kepastian-kepastian yang mulai menampakkan diri dari pilihan kita itu. Tapi mungkin, mengorbankan perasaan dalam memilih pilihan itu bukan hal yang mudah bagi sebagian besar orang, apalagi kaum hawa. Buat wanita, perasaan lebih dominan daripada akal. Yang lebih baik ya itu tadi, tawazun antara perasaan dan akal. Dan itu SULIT, perlu banyak latihan..

Huft…

Tapi hidup dengan banyak pilihan itu, asik. Indah, kayak pelangi, banyak warna🙂

Yang pasti, ketika kita memilih, pilihlah mana yang nurani kita condong kearah situ (nurani ya! bukan nafsu), dan pilih mana yang Allah ridha jika kita memilih itu. Selebihnya, baru deh disesuaikan dengan keinginan. Kalo ternyata keinginan tak sejalan dengan yang Allah mau, ya jangan dipilih, meskipun itu terlihat sangat menjanjikan, sangat indah dimata kita. Sebaliknya, kalo ternyata pilihan itu adalah yang insya Allah, Allah ridha, sementara maksud hati gak pengen sama sekali milih itu, ya bismillah aja, pilih yang Allah pilihkan. Makanya harus banyak-banyak berdo’a, agar apapun itu jenis dan macam pilihannya, kita selalu tepat memilih: Allah ridha, dan sesuai juga dengan keinginan kita, sesuai dengan perasaan dan logika, sesuai dengan idealisme, dengan standar2 yang sudah kita tetapkan.🙂

Selamat menentukan pilihan.🙂

sumber gambar: http://foundwalls.com/flower-rainbow-water-drops-colors/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s