Permainan?


Sebetulnya bukan gabisa nulis yang “serius serius”, cuma ga pengen aja… (songong!). Soalnya memang beginilah gaya saya, bukan orang yg serius. heheu. Nulis serius ada tempatnya. Dan saya rasa tempatnya itu bukan di blog,, tapi di SKR*PS* atau TES*S atau D*SERTAS* #ups, di proposal, sama di jurnal. hehheehe.😛

Coba baca deh di surat Al An’am ayat 32..

“Dan kehidupan di dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”

Jadi, ga usah serius serius amat lah sama urusan dunia. Cuma permainan dan senda gurau. Seriusnya buat urusan akhirat aja.

Coba lihat, berapa banyak orang yang terlalu serius sama urusan dunia, contohnya urusan politik #eh, tapi lupa akhirat. Jadinya ya begitu, menghalalkan segala cara.

Yakin aja, dunia ini cuman kendaraan. Kendaraan pinjeman, bukan milik pribadi. Ada kalanya urusan dunia dan akhirat gak bisa dipisahkan. Contohnya, politik tadi. Maka mari kita anggap urusan itu adalah ujian dunia. Ujian yang pasti akan berlalu juga. Jadi, jangan jadikan itu sebagai nomor satu juga. Mari bangkit di segala aspek.

Sekip. Mari kita beralih ke isu dunia yang saat ini lagi hangat. Isu kacau balaunya dunia timur tengah. Bukan cuma Mesir yang kacau kalau kita perhatikan. Syria, Libya, Palestina…

Muslim saat ini terjebak pada apa yang disebut sebagai The Greatest Design. Novus ordo seclorum.. Permainan dunia. Permainannya para umat pembangkang Nabi Musa alaihi salaam. Ibaratnya mereka pegang stick, lalu muslim yang jadi playernya. Ah, kompleks sekali masalahnya.. Silakan baca sendiri bukunya. Memang sudah suatu keniscayaan, kekacauan yang saat ini terjadi, akan terjadi. Dan bukan gak mungkin, Indonesia pun akan mengalami itu. Ketika kita memperjuangkan Islam tegak di muka bumi, maka memang perang lah konsekuensinya.

Lalu, apa itu berarti kita harus mundur?

Cuma pengecut bernyali ayam yang punya pikiran kayak begitu saya pikir.

“…Intanshurulloha yanshurkum, wayutsabbit aqdamakum…” (Q.S Muhammad: 7)

Begitulah salah satu bunyi janji Allah. Masih banyak lagi janji janji Allah di ayat ayat cinta lainnya. Dan siapakah yang lebih tepat janjinya selain Allah?

Pertolongan Allah itu ada, cuma kadang kita yang gak ngeh bentuknya kayak apa. Atau kita yang kurang maksimal dalam menjemput pertolongan Allah? Kurang usahanya.

Allah is always with us.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s