Seperti Cokelat dan Buku


Seorang teman menulis ini di malam pergantian tahun, tepat di detik terakhir kami secara resmi tidak lagi berada di tempat yang sebelumnya kami berada disitu selama beberapa waktu lamanya. Aku ingin share itu disini karena tempat itu telah menjadi bagian dari hidupku, juga karena perumpamaannya begitu mengena: cokelat dan buku; dua benda yang dekat dengan kehidupanku.🙂

…………..

Hari ini jadi istimewa bagiku karena menjadi momen terakhir untuk membuka hari yang baru, sendiri tanpa kalian.
Bagai cokelat yang setiap gigitannya begitu manis, begitu caraku memaknai kalian.
Pahitnya cokelat justru membuatnya terasa legit.
Senyum kalian bersenandung dengan tawa yang mengalun dalam pikiran.
Selalu ingin kuputar berulang kali, setiap saat waktu kujemu.
Sudah berapa kali kita membuat segi, duduk berhadap-hadapan untuk bercakap-cakap, berdebat, tetapi lebih banyak tawa di sana.
Sebuah meja yang kita mungkin lupa namanya, meja Adenium dua.
Awalnya berwarna hijau kemudian ranum menjadi jingga, seperti kita.

Seperti buku, kisah kita akan menemui versi. Namun demikian, kita tidak pernah tahu. Hanya memaknai perpisahan dari jauhnya jarak. Akan tetapi, sesungguhnya, kita sama-sama memiliki hati. Kedekatan ada, selalu di benak, dan selamanya di hati.
Aku dan kamu adalah kita yang akan senantiasa bersama. 🙂 ❤️🙂

Tak hentinya aku memohon maaf. Tak hentinya aku mengucap terima kasih. Namun demikian, aku selalu mengaharap permintaan tolong selama aku tetap dikenang ada.

 

31-12-2014
By: Viktor Yudha Kuncoro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s